LikaLikuLakiLaki

Untitled-1

Posted in Nglantur by myparagraph on August 19, 2010

Beberapa hari ini terasa membingungkan, aku bingung dengan perasaanku….

sangat kurang elegan rasanya, ketika kita masih terikat hubungan dengan seseorang kita mencoba mencari hubungan dengan seseorang lain.  apa yang harus kulakukan, aku merasa cocok denga wanita “terlarang” ini. Tak pernah terbayangkan sebelumnya aku akan menemui rasa seperti ini. Mungkin inilah yang disebut sebagai sifat dasar manusia yang tak pernah puas, bila manusia sudah tidak merasakan lagi kasih sayang dan selalu disalahkan dengan apa yang mereka tidak mengerti, otomatis dia akan mencari orang lain yang lebih  bisa memahami dan menghargai manusia lain.

Bisa juga rasa jenuh yang sangat sehingga membuat suatu hubungan itu tidak berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Mungkin ini yang sedang aku rasakan saat ini. Sehingga aku mencari suasana lain, pokoknya harus jauh dari pasangan kita… hehehe….

Hmmmm….. semoga ada jalan terbaik.

Ramadhan Pagi Ini

Posted in Renungan by myparagraph on August 16, 2010

Pagi yang indah, setelah malam yang penuh dengan hiruk pikuk kehidupan kemarin. Bersyukur masih diberi kesempatan menunaikan ibadah dan diberi kesempatan untuk berbuat yang lebih baik.

Pagi menjadi lebih indah setelah membaca pesan dari seorang kawan tentang Ramadhan. Sempat terkekeh melihat untaian katanya masih bersambung ditempat yang seharusnya ada jarak (spasi) tetapi begitu tertegun dengan isi yang terkandung didalamnya. Indah dan tepat sekali dibaca ketika pagi hari sebagai awal menjalani hari ini..

Puasa begitu dekat di hati mengalir membasahi seluruh tubuh,membuatnya berbunga-bunga ibadah, menghembuskan angin sorga, selaksa air mengalir deras menembus waduk-waduk, ia lebih terasa dekat bukan karena tidak ada suap makanan yang masuk dalam usus, bukan pula karena air yang tidak mengalir ketenggorokan, tapi karena ia memberikan kekuatan untuk mendekat, mendekat pada Maha yang Maha Mendekat.
Puasa adalah kekuatan, tapi tubuh-tubuh teler,mengeler, meronggok di kasur-kasur, kadang Subuh pun ia tak lagi dapat mendongakkan kepala untuk mengaji, ia hanya mengosongkan perut dan tenggorokan, tapi aliran ayat-ayat tak pernah merasuk nusuk membasahi hati yang begitu kering, ia semakin kering dan mengeringkan hatinya dengan mulut yang tidak bisa diam dengan ghibah, namimah,dan fitnah. Mata bersinar, tapi kadang terbalalak jika melihat aurat-aurat yang terbuka lebar, ia pun tak mampu berkedip, menusukkan matanya pada keindahan tubuh yang semakin tumbuh, telingapun tertutup rapat mendengarkan wasiat-wasiat takwa, meskipun perut kerontak bertapa. (more…)

Pikiran Tentang Pernikahan

Posted in Nglantur by myparagraph on August 15, 2010

beberapa hari terakhir ini, tema kehidupan tak pernah jauh dari namanya pernikahan. Ngobrol ringan tentang pernikahan, menghadiri pernikahan, ditanya kapan nikah, dan tema-tema nikah yang lain.

Kenapa ya??

Akhir pekan ini pun masih tidak jauh temanya dari yang namanya pernikahan. Mau tidak mau itu pun merasuki otak ku, apakah ini sesuatu yang positif dan membawa perubahan?? i dont know… apakah sesuatu yang buruk yang dapat membawa kepada hal-hal yang buruk?? tidak juga…

Lantas apa??

Pernikahan adalah ikatan untuk membahagiakan pasangan, bukan membahagiakan diri sendiri.  Apa yang menjadi kekuranganmu, aku akan tambahkan dari kelebihanku. Sebaliknya, apa yang menjadi kekuranganku, silahkan engkau tambahkan dari kelebihanmu. Jadi kita bukan lagi dua, melainkan satu. Pernikahan itu melibatkan tiga pihak: kamu, aku dan Tuhan.

menjadi sesuatu yang menakutkan bagiku untuk memikirkan apa itu yang namanya pernikahan. Entah mengapa setiap kali topik pembahasan tentang pernikahan mulai diangkat, aku selalu sangat tertarik dengan itu. Tetapi ketika tiba bagianku untuk menjawab pertanyaan, selalu keraguan dan ketakutan menjalaninya yang aku dapatkan. Hadoowwhh….. mungkin aku perlu ke seorang psikiater untuk menjelaskan tentang kondisi sebenarnya yang aku alami ini. Syukur kalau dikasih solusi jitu untuk mengatasi hal tersebut… :p

Jika hakikat pernikahan adalah karena cinta, hati manusia itu tidak tetap dan mudah terpikat pada hal-hal yang lebih baik, lagipula manusia yang dicintai pasti mati/pergi.

Setelah Bersama Beliau

Posted in Renungan by myparagraph on August 14, 2010

Manusia yang hidup di dunia ini selalu berlomba untuk meningkatkan kekuatan dan hartanya, hingga dia menjadi orang yang terkuat diantara sesamanya dalam semua bidang kehidupan, paling manis tutur katanya, paling banyak pengikutnya, paling besar pengaruhnya, paling kuat dalih-dalihnya, serta merasa dia tidak membutuhkan orang lain.

Namun, disaat semua yang sangat-sangat dia banggakan itu lenyap dan keadaan sudah berubah dan dia mengalami musibah, ia bagaikan anak kecil yang mencari bapaknya, merengek-merengek mencari bantuan dan belas kasihan orang lain.

Seperti itulah gambaran orang yang terlalu membanggakan dunia dan harta benda, tak pernah melihat orang lain, tetangga kanan kirinya, bahkan saudaranya pun enggan dia tengok barang sejenak.  Seakan-akan dunia ini adalah miliknya dan di juga yang berhak untuk menikmatinya sendiri.

Semoga kita terhindar dari sifat demikian…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.